Menjelang Kiamat Nanti, Angin Lembut Dari Yaman Beringsut Datang Untuk Mencabut Nyawa Orang Mukmin

Menjelang kiamat, angin lembut dari yaman beringsut tiba setelah itu kabah hendak dihancurkan lelaki ini, seluruh kejadian tersebut hendak terjalin nanti menjelang hari kiamat, dimana matahari hendak terbit dari arah barat dan juga disusul dengan timbulnya fauna melata dari perut bumi. timbulnya matahari dari arah barat jadi satu peringatan telah tertutupnya segala amal baik manusia, sehabis itu muncullah fauna melata dari perut bumi yang disusul dengan berkelebatnya angin lembut yang tiba dari yaman.

timbulnya angin lembut itu bukan lain buat mencabut nyawa orang mukmin yang tersisa, sebagaimana sabda rasulullah, “ sebetulnya allah hendak mengirim sesuatu angin dari arah yaman yang lebih lembut dari sutera. hingga tidak seseorang juga yang hendak ia tinggalkan dari orang – orang yang masih terdapat iman di hatinya meski seberat biji sawi kecuali hendak ia cabut rohnya. ” (hr muslim)

angin lembut tersebut bertiup saat sebelum hari kiamat, ialah sehabis matinya bangsa ya’juj dan juga ma’juj dimana kalangan muslimin hendak hidup dalam kesejehteraan dan juga kemakmuran. sebagaimana yang diterangkan dalam hadits nawas bin sam’an menimpa cerita dajjal, “tatkala mereka hidup dalam kondisi demikian itu, allah mengirim suatu angin yang lembut yang mengambil mereka dan juga mencabut nyawa tiap orang mukmin dan juga muslim, sampai - sampai yang tersisa cumalah orang – orang yang jahat. mereka silih bermusuhan di antara sesama sebagaimana keledai silih bermusuhan di antara sesama. pada mereka seperti itu kiamat hendak terjalin. ” (hr muslim)

sehabis kejadian datangnya angin lembut dari yaman yang mengangkut roh orang – orang yang masih mempunyai keimanan di hatinya walaupun itu cuma seberat dimensi biji sawi, hingga tidak terdapat lagi manusia yang tersisa di wajah bumi ini kecuali cumalah orang – orang kafir dan juga jahat yang tidak lagi sudi menyebut nama allah.

hingga tidak ayal apabila di setelah itu hari tiada seorangpun yang mampu mengasuh ka’bah maupun menjadikannya tempat beribadah, sampai datanglah seseorang lelaki botak dari habasyah yang bernama dzu - suwaiqatain yang menghancurkan ka’bah, mengganggu perhiasannya, melepas kiswahnya dan mengambil batunya satu persatu memakai sekop dan juga cangkul. dan juga sehabis pembinasaan ka’bah itu, baitullah tidak sempat tersisa lagi maupun dimakmurkan oleh orang – orang yang beribadah buat sepanjang – lamanya sampai hari kiamat itu datang.

sehabis ka’bah sirna, hingga kehancuran itupun memasuki ke kota madinah. kejadian tersebut terjalin menjelang terbentuknya guncangan dahsyat yang mengenai 3 daerah timur, barat dan juga jazirah arab. dekat dengan meruaknya api besar dari lembah aden yaman yang menggiring manusia mengarah mahsyar. kota madinah dikala itu jadi tidak berpenghuni, terlebih lagi dikatakan segala fauna buas tercantum anjing dan juga srigala ikut masuk ke dalam masjid nabawi dan juga berkemih di tiang masjid dan juga mimbarnya.

sedangkan menimpa timbulnya api besar dari yaman yang menggiring manusia. rasulullah bersabda, “dan orang yang amat akhir dihimpun oleh api mengarah mahsyar merupakan 2 orang pengembala dari muzayanah yang bakal ke madinah dengan berteriak – teriak mencari kambingnya, setelah itu dia menjumpai kambingnya yang nyatanya sudah jadi liar. ” (hr bukhari).


hadits tersebut muat cerminan menimpa kejadian meninggalnya orang – orang mukmin di akhir era karna angin lembut, hingga keadaan kota madinah yang semula bising hendak hiruk – pikuk kegiatan manusia tiba - tiba jadi kosong tidak berpenghuni kecuali cumalah tinggal kota mati yang ditempati para fauna buas, terlebih lagi tumbuhan dan juga pepohonan jadi berkembang amat liat tidak terurus. sampai sesuatu kala tersiar berita hendak timbulnya api dari hadhramaut yang menggiring manusia sampai mereka berlarian tunggang – langgang menyelamatkan pribadinya dari api ganas yang terus menjalar menghabisi negara – negara itu.

rasulullah mengisahkan tentang kondisi mereka tatkala itu dalam hadits abu hurairah :
“manusia hendak digiring dalam 3 kondisi: dalam kondisi berharap dan juga takut, 2 orang berkendara di atas satu unta, 3 orang di atas satu unta, terlebih lagi 10 orang di atas satu unta, sebaliknya orang - orang yang tersisa hendak digiring oleh api, api itu menyertai mereka kala mereka tidur malam, menyertai mereka kala tidur siang” para rawi mengatakan: “dan menyertai mereka di pagi hari, pula menyertai mereka di sore hari. ” (hr. al - bukhari dan juga muslim)

bersumber pada hadits di atas, mampu disimpulkan kalau manusia hendak dihimpun dalam 3 kondisi :

kelompok kesatu hendak dihimpun dalam kondisi berharap dan juga takut.

kelompok kedua hendak berkendara di atas unta, satu unta kala itu hendak dinaiki beramai - ramai, terdapat yang dikendarai 2 orang, 3 orang, terlebih lagi 10 orang.

kemudian bisakah perihal itu terjalin?

ialah berkendaranya banyak orang di atas satu unta?

di antara ulama terdapat yang berkata kalau yang diartikan merupakan mereka bergantian menaiki unta tersebut. sebagian yang lain berkata kalau pada dikala itu allah membagikan kekokohan pada unta - unta sampai - sampai sanggup melaksanakan perihal itu. tetapi tampaknya yang diartikan kalau perihal ini menampilkan sedikitnya kendaraan yang dapat ditunggangi dikala itu sampai - sampai mereka terpaksa mengendarai satu unta bersama - sama. (syarh kitabul fitan wa asyrathus sa’ah min shahih muslim)

kelompok ketiga hendak digiring oleh api. api tersebut tidak meninggalkan mereka sama sekali hingga datang di padang mahsyar.

seluruh manusia yang dihimpun pada dikala itu merupakan orang - orang yang amat kurang baik, karna kiamat bukanlah terjalin kecuali pada seburuk - buruk manusia. rasulullah bersabda, “tidaklah terjalin hari kiamat kecuali pada manusia - manusia amat kurang baik, mereka lebih kurang baik dari orang - orang jahiliyah, bukanlah mereka berdoa kepada allah dengan suatu kecuali allah tolak doa mereka” (hr. muslim)

demikian sekelumit huru – hara yang nanti hendak terjalin menjelang datangnya hari kiamat. ada juga bermacam kejadian besar lain yang masih begitu banyak tercantum timbulnya imam mahdi, perang melawan penguasa arab yang murtad, penaklukan persi dan juga pembersihan pandangan hidup syiah dari iran, penaklukan dan juga kekalahan israel, penaklukan baitul maqdis dan juga pembebasan masjidil aqsa, terbunuhnya dajjal dengan pedang isa angkatan laut (AL) masih, datangnya ya’juj ma’juj, dan juga rentetan kejadian lain yang tidak kalah dahsyat.

sebagaimana manusia yang beriman, pastinya kita tidak sempat ketahui menahu hendak kapan datangnya hari kiamat itu, karena allah benar terencana merahasiakannya biar masing – masing dari kita larut dalam mempersiapkan bekal mengarah kehidupannya yang hakiki, perihal inilah yang patutnya menjadikan diri kita lebih mawas diri dan juga berhati – hati dalam berperan sepanjang hidup. dapat aja kita tidak turut merasakan maupun ikut meyaksikan huru – hara yang nanti hendak terjalin menjelang datangnya hari kiamat itu.

tetapi sejatinya sesuatu keniscayaan yang barangkali sudah tentu hendak mengenai diri kita merupakan kiamat sughro, ialah kematian. apabila barangkali kita telah lewat segenap usia kita dengan banyak dosa, hingga sepatutnya pada waktu saat ini ini kita khusyu’ dan juga larut dalam taubat karena di hari besok kita belum tentu masih terdapat di dunia ini. wallahu a’lam.

wallahu alam ! ! !






(sumber : kabarmekkah. com )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ads
Diberdayakan oleh Blogger.